Ya Allah, alhamdulillah buat hari ini.. capek bgt, tp seneengg.. Jadi td pgi tgl 15 Nov 2009 tpatnya, gueTry Out SNMPTNPusat nih di Rgunan, jd mlainya tuh jm stg 9, brhubung dr rumh dket n gue msh nunggu Nicil, jd gue ptusin brkt jm stg 8, tp si Nicil tlaat, jd bru brkat jm 8 dh, n u knoww?? maceett bgt di Ragunan, mna gue hrus prkir di tmpt yg sgt jauh dr tmpt TO blangsung, 3 kilo mtran kli ya, mna jlan lg, trus kn rame bgt tuh, mnusia nmpuk jd satu gtu, Jakarta emng dah yee, jalan kaki aja pke mcet, brhubung wktuu bjalan sgt cpt dan kta sdh tlat, gue ama Nicil jln kburu2, mna kringetan, rmbut jd lepek, kaki pegeel, pusing, haus, pas deh, uda gtu kta ke gdungnya nih, udah msk, lgsg di srh ngrjain tgsnya, gue udah ga comfort bgt ngrjainnya, soal ptama TPA, psiing euy, kringetan ngrjainnya, ga enk bgt. gue bru aja ngrjain stg soal, ehkakak2 pnitianyangsh pgumuman ktanya tgl 15 mnt lg, wow gila ga tuh, tp emng slah kta sih, knp telat? jd itu tndanya kta tuh ga bleh biasaain tlat, n gue jnji pas hri-H sesngguhnya gue bkal dtg stu jam sblmnya, hahaha.. Gue TO ampe jm 3an, dngan soal2 yg sulit n ga pnah gue liat, msa dr kmrn soal2 yg pnah gue plajarin ga da yg msuukk sma skli? mna td pmbahasan bnyk bgt yg slah.. tp sudahlah, kta tuh hrus mngmbl hkmah yg ada, jd kta bsa tau soal2nya bgmnaa, blajr lbh giat lagii, smangat ga blh nyerah, dan ykin JAKUN bisa di dapat, hahaha.. Susah bgt ya buat bsa msuk UI, tp ini yg dinamakan pgrbanan, usaha, krja kras, demi hsl msa dpan yg crah, dan brguna demi msa dpan hahaha :).. Gak smpai di sni aja ni, abs TO gue maen ke Penvil, mau nntn ama sbrina n prily, rncnanya sh mau nntn 2012, tp full ampe yg midnght, Serigala Trkht jm 7, mlm jga, jdinya plih "emak pgn naik hji", ptamanya sh ptus asa tkut ni pilem jlek, tp bowwww trnyta bgus bgttt, sedih lg, sgt mnyntuh hati trdalam, hahaha lebay, tp bneran, gue nangis mulu liat ni pilem, emng dsrgue cngeng kali yaa, 2 thumbs dh tp buat ni pilem :), slesai jm 7mlm, gue sntai2 dlu di jco ama jcoolnya, pdhl td sblm nntn uda nge-yghrt di sour-slly, hahaha nafsuu mkan ku btmbah dgn seirngnya otak brputarr trus alias blajar, bodoh ah tmbh ndut *oo yaa?*sigh...* skg uda brda di rmh tsayang lg, n hny brdua wth si mbak, pkde lg mgnjungi si ank cwenya di KL yg sdh mnkh tnp org lain tau, hahahaa.. Hidup itu harus di jalani dgn pnuh suka, wlpn susah dan hrus mlawan arah yg melintang(kyk nma gue, hahaha)di dpn kita! soo Lintang, CHEERS UP!!!
Sunday, November 15, 2009
My Life My Choice
Saturday, November 14, 2009
Hidup adalah memilih.
Siapakah kita dan akan menjadi apa kita, pilihan kitalah yang menentukannya.
Memang kita tidak bisa memilih kapan kita hidup dan kapan kita mati, meskipun terkadang kita tetap bisa memilih untuk mengakhiri hidup.
Selebihnya, hidup hanyalah masalah memilih.
Senang, sedih, kita masih bisa memilih suasana hati kita.
Memilih untuk berkata jujur atau berdusta demi menyelamatkan diri.
Memilih untuk berani menolak, meskipun untuk itu kita ditolak,
atau lebih baik kompromi demi penerimaan dan pengakuan.
Memilih taat atau berbuat dosa.
Memilih untuk mengaku dan minta ampun, atau lebih baik pergi menghindar demi rasa malu.
Memilih untuk mengampuni, atau lebih memilih hidup dalam belenggu kebencian.
Terkadang memang sulit mengampuni, bahkan untuk mengampuni diri sendiri akan dosa yang terlalu besar.
Tapi pasti ada kesempatan ke dua
Ada yang memilih untuk merendahkan diri namun ada yang terus bertahan dalam keangkuhan.
Memilih untuk diam dalam kenangan bayangan masa lalu yang pahit, atau berdiri, meletakkan beban yang memberati dan melangkah lagi.
Memilih dimana kita akan tinggal, memilih pekerjaan hingga memilih dengan siapa kita akan menghabiskan sisa hidup.
Atau mungkin kita lebih memilih untuk sendiri?
Kadang kala memilih adalah hal yang mudah, namun sering juga menjadi sulit.
Sebab kita tahu bahwa dalam kemerdekaan dan kebebasan kita untuk memilih, di dalamnya tergantung tanggung jawab.
Sebab setiap pilihan mengandung konsekwensinya sendiri-sendiri. Yang tidak hanya akan berakibat bagi kita pribadi, tapi juga bagi orang lain.
Jadi semua bergantung kepada kita. Tuhan memberi kemerdekaan kepada manusia untuk memilih.
Manusia bukanlah manusia, tanpa kemerdekaan untuk memilih.
Tanpa keberanian untuk memilih dan memutuskan, manusia tidak akan akan bertumbuh.
Melalui keberanian untuk memilih dan memutuskan manusia akan berkembang.
Melalui pilihan-pilihan hati manusia akan diuji.
Melalui pilihan karakter manusia akan dibentuk.
Diantara begitu banyak pilihan ... ada satu yang sangat penting dan menentukan
yaitu Memilih untuk percaya atau tidak percaya.
Memilih kepada siapa kita akan mempercayakan percaya.
Jadi, apapun pilihan itu, jika engkau harus memilih, maka pilihlah kehidupan.
Jadi, apapun pilihan itu, jika engkau harus memilih, maka pilihlah kebenaran.
Teruslah melangkah, dan bergeraklah maju.
Masa lalu adalah pengalaman. Melaluinya kita bisa belajar.
Masa lalu adalah batu pijakkan. Melaluinya kita bisa bertumpu untuk berusaha naik semakin ke atas meraih masa depan.
Masa depan adalah tujuan, kemana kita akan pergi.
Masa depan adalah harapan yang ingin kita wujudkan.
Tapi yang terpenting adalah sekarang.
Sekarang adalah saat untuk memilih dan memutuskan.
Karena ada tidaknya esok ditentukan oleh pilihan kita saat ini.
Apakah kita akan kembali melangkahkan kaki.
Memilih, memilih dan terus memilih... Hingga akhirnya kita dihadapkan pada satu pilihan, untuk menyerahkan nyawa kita. Ketika hidup sudah selesai.
Kreen ga?
hihihihihihiii..,..
Siapakah kita dan akan menjadi apa kita, pilihan kitalah yang menentukannya.
Memang kita tidak bisa memilih kapan kita hidup dan kapan kita mati, meskipun terkadang kita tetap bisa memilih untuk mengakhiri hidup.
Selebihnya, hidup hanyalah masalah memilih.
Senang, sedih, kita masih bisa memilih suasana hati kita.
Memilih untuk berkata jujur atau berdusta demi menyelamatkan diri.
Memilih untuk berani menolak, meskipun untuk itu kita ditolak,
atau lebih baik kompromi demi penerimaan dan pengakuan.
Memilih taat atau berbuat dosa.
Memilih untuk mengaku dan minta ampun, atau lebih baik pergi menghindar demi rasa malu.
Memilih untuk mengampuni, atau lebih memilih hidup dalam belenggu kebencian.
Terkadang memang sulit mengampuni, bahkan untuk mengampuni diri sendiri akan dosa yang terlalu besar.
Tapi pasti ada kesempatan ke dua
Ada yang memilih untuk merendahkan diri namun ada yang terus bertahan dalam keangkuhan.
Memilih untuk diam dalam kenangan bayangan masa lalu yang pahit, atau berdiri, meletakkan beban yang memberati dan melangkah lagi.
Memilih dimana kita akan tinggal, memilih pekerjaan hingga memilih dengan siapa kita akan menghabiskan sisa hidup.
Atau mungkin kita lebih memilih untuk sendiri?
Kadang kala memilih adalah hal yang mudah, namun sering juga menjadi sulit.
Sebab kita tahu bahwa dalam kemerdekaan dan kebebasan kita untuk memilih, di dalamnya tergantung tanggung jawab.
Sebab setiap pilihan mengandung konsekwensinya sendiri-sendiri. Yang tidak hanya akan berakibat bagi kita pribadi, tapi juga bagi orang lain.
Jadi semua bergantung kepada kita. Tuhan memberi kemerdekaan kepada manusia untuk memilih.
Manusia bukanlah manusia, tanpa kemerdekaan untuk memilih.
Tanpa keberanian untuk memilih dan memutuskan, manusia tidak akan akan bertumbuh.
Melalui keberanian untuk memilih dan memutuskan manusia akan berkembang.
Melalui pilihan-pilihan hati manusia akan diuji.
Melalui pilihan karakter manusia akan dibentuk.
Diantara begitu banyak pilihan ... ada satu yang sangat penting dan menentukan
yaitu Memilih untuk percaya atau tidak percaya.
Memilih kepada siapa kita akan mempercayakan percaya.
Jadi, apapun pilihan itu, jika engkau harus memilih, maka pilihlah kehidupan.
Jadi, apapun pilihan itu, jika engkau harus memilih, maka pilihlah kebenaran.
Teruslah melangkah, dan bergeraklah maju.
Masa lalu adalah pengalaman. Melaluinya kita bisa belajar.
Masa lalu adalah batu pijakkan. Melaluinya kita bisa bertumpu untuk berusaha naik semakin ke atas meraih masa depan.
Masa depan adalah tujuan, kemana kita akan pergi.
Masa depan adalah harapan yang ingin kita wujudkan.
Tapi yang terpenting adalah sekarang.
Sekarang adalah saat untuk memilih dan memutuskan.
Karena ada tidaknya esok ditentukan oleh pilihan kita saat ini.
Apakah kita akan kembali melangkahkan kaki.
Memilih, memilih dan terus memilih... Hingga akhirnya kita dihadapkan pada satu pilihan, untuk menyerahkan nyawa kita. Ketika hidup sudah selesai.
Kreen ga?
hihihihihihiii..,..
KANGEN MAMA :(
KETIKA TUHAN MENCIPTAKAN IBU Ketika itu, ... Tuhan telah bekerja enam hari lamanya, kini giliran diciptakan para Ibu, Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata dengan lembut, "Tuhan... banyak nian waktu yang engkau habiskan untuk menciptakan seorang Ibu ?" Dan Tuhan menjawab pelan, "Tidakkan kau lihat perincian yang harus kukerjakan ??" 1. Ibu harus waterproof, tapi bukan dari pelastik 2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai 3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya 4. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan 5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo 6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah 7. Memiliki "6" pasang tangan Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya : "Enam pasang tangan ?? sst..sst..sst" Tentu saja !! Bukan tangan yang merepotkan saya, melainkan tangan yang melayani sana-sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik..." (balas Tuhan) 8. Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki oleh seorang Ibu "Bagaimana modelnya ?" malaikat semakin heran Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya : "Apa yang sedang kau lakukan didalam situ?" Padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekliruannya. Mata itu harus bisa bicara ! Mata itu harus berkata : "Saya mengerti dan saya sayang padamu" Meskipun tidak diucapkan sepatah katapun "Tuhan," kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya tidak dapat, saya sudah hampir selesai" 9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit 10. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging 11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi. Akhirnya Malaikat membalik-balikan contoh Ibu dengan perlahan, "Terlalu lunak"... katanya memberi komentar "Tapi kuat !" Kata Tuhan bersemangat
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan cerita"
"Apakah ia dapat berfikir?" tanya malaikat lagi "Ia bukan saja dapat berfikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide, berkompromi," Kata sang Pencipta" Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran disini" "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan ... "Itu adalah air mata... Airmata kesenangan, airmata kesedihan, airmata kekecewaan, airmata kesakitan, airmata kesepian, airmata kebanggaan, airmata....., airmata.....,
Gue adalah Gue
gue adalah manusia ciptaan Allah swt, hahaha ya iyalah, smua jg tau.. gue ank dr kluarga bsar yg bhagia,? amien hehe.. hmm uda 17 thun skg, tp ttp aja di anggep kcl ama lgkungan sktr gue, soalnya kluarannya trkhr, haha.. gue cnta bgt ma kluarga gue, bruntung dh pkoknyaa..
Subscribe to:
Comments (Atom)
Lintang PHP site Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino




